Minggu, 11 Maret 2012

Konsep Dasar Pemetaan Tema dalam Pembelajaran Tematik di MI

A. Latar Belakang Masalah
Istilah pembelajaran tematik sering disebut juga pembelajaran terpadu dan dipersamakan dengan integrated teaching and learning, integrated curriculum approach, a coherent curriculum approach. Konsep ini telah lama di kemukakan oleh John Dewey sebagai upaya untuk mengintegrasikan perkembangan dan pertumbuhan siswa-siswi dan kemampuan pengetahuannya (Beans, 1993 dalam Sa’ud, dkk., 2006). Pembelajaran tematik adalah pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman yang bermakna kepada siswa, Tema adalah pokok pikiran atau gagasan pokok yang emnjadi pembicaraan, Dengan tema diharapkan akan memberikan keuntungan. Pembelajaran tematik lebih menekankan pada penerapan konsep belajar sambil melakukan sesuatu. Oleh karena itu, guru harus merancang pengalaman belajar yang akan mempengaruhi kebermaknaan belajar siswa. Pengalaman belajar menunjukkan kaitan unsur-unsur konseptual yang menjadikan proses pembelajaran lebih efektif.
Kaitan konseptual antar mata pelajaran yang dipelajari akan membentuk skema, sehingga siswa memperoleh keutuhan dan kebulatan pengetahuan, selain itu, dengan penerapan pembelajaran tematik disekolah dasar akan sangat membantu siswa, hal ini dilihat dari tahap perkembangan siswa yang, masih melihat segala sesuatu sebagai satu keutuhan.

B. Rumusan Masalah
1.Bagaimana pengertian pemetaan tema itu?
2.Bagaimana cara menentukan tema dalam pembelajaran tematik?
3.Bagaimana mengidentifikasi prinsip-prinsip pengembangan dan pemilihan tema?

C. Pengertian Pemetaan Tema dalam Pembelajaran Tematik
Adalah suatu kegiatan untuk memperoleh gambaran secara menyeluruh dan utuh semua standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator dari berbagai mata pelajaran yang dipadukan dalam tema yang di pilih. Dalam penentuan tema dapat ditetapkan sendiri oleh guru dan/atau bersama peserta didik. Sehubungan dengan hal tersebut, maka dalam menetapkan tema perlu memperhatikan beberapa hal yaitu :
1.Memperhatikan lingkungan yang terdekat dengan peserta didik.
2.Mulai dari yang termudah menuju yang sulit.
3.Mulai dari yang sederhana menuju yang kompleks
4.Dari yang konkret menuju ke yang abstrak.
5.Tema yang dipilih harus memungkinkan terjadinya proses berpikir pada diri peserta didik.
6.Ruang lingkup tema disesuaikan dengan usia dan perkembangan peserta didik, termasuk minat, kebutuhan peserta didik, termasuk minat, kebutuhan, dan kemampuannya.

D. Cara Menentukan Tema dalam pembelajaran Tematik
Menurut Tim Puskur dari Departemen Pendididkan Nasional (2006) menentukan tema dapat dilakukan dengan dua cara. Cara pertama, guru mempelajari standar kompetensi dan kompetensi dasar yang terdapat dalam tiap-tiap mata pelajaran, dilanjutkan dengan menentukan tema yang sesuai. Cara kedua, guru menetapkan terlebih dahulu tema-tema pengikat keterpaduan, untuk menentukan tema tersebut guru dapat bekerja sama dengan siswa-siswi sehingga sesuai dengan minat dan kebutuhan mereka.
Yang menjadi permasalahan pokok kemudian adalah bagaimana menentukan tema yang tepat sehingga dapat mengikat semua mata pelajaran yang harus dikuasai peserta didik.

Dalam memadukan atau mengikat pelajaran-pelajaran menjadi satu tema perlu diperhatikan sarat-syaratnya :
1. Tidak semua mata pelajaran harus dipadukan
2. Dimungkinkan terjadi penggabungan kompetensi dasar lintas semester
3. Kompetensi dasar yang tidak dapat dipadukan dapat diajarkan tersendiri
4. Kompetensi dasar yang tidak tercakup dalam tema tertentu harus diajarkan baik melalui tema lain maupun berdiri sendiri
5. Kegiatan ini ditekankan kepada kemampuan membaca, menulis, dan berhitung serta penanaman nilai-nilai moral
6. Tema-tema yang dipilih disesuaikan dengan karakteristik siswa, minat, lingkungan, dan daerah setempat Jika syarat-syarat tersebut telah diketahui, maka penentuan tema bisa dimulai dengan tahapan persiapan terlebih dahulu berupa :
a. Pemetaan Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator dalam Tema
b. Penetapan Jaringan Tema
c. Penyusunan Silabus
d. Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran

E. Prinsip Pengembangan dan Pemilihan Tema
Menurut Tim Pusat Kurikulum dari Departemen Pendididkan Nasional dalam menetapkan tema perlu memperhatikan beberapa prinsip sebagai berikut :
1. Memperhatikan lingkungan yang terdekat dengan peserta didik
2. Dari yang termudah menuju yang sulit
3. Dari yang sederhana menuju yang kompleks
4. Dari yang konkret menuju ke yang abstrak.
5. Tema yang dipilih harus memungkinkan terjadinya proses berpikir pada diri Peserta didik
6. Ruang lingkup tema disesuaikan dengan usia dan perkembangan Peserta didik, termasuk minat, kebutuhan, dan kemampuannya.

DAFTAR PUSTAKA
Paket 5 Konsep Dasar Pemetaan Tema
http://tarmizi.wordpress.com/2008/11/22/pemetaan-pembelajaran-tematik/
http://sekolah-web.blogspot.com/2010/05/cara-menentukan-tema-pada-pembelajaran.html

BISA DOWNLOAD MAKALAHNYA DISINI...